Gaya hidup, infeksi paru dan herbal _ Episode 2

“Tria ternyata kamu kena infeksi paru”
“OMG I’m gonna die im gonna die”, pikiranku yang lebay. Karena aku belom tahu dengan  jelas apa itu infeksi paru.
Oke stop dulu disitu, kita flashback sebentar …

Suara pintu dan langkah kaki membuatku terbangun, “Tria..Alhamdulillah hasilnya bagus , gaada apa apa“,  seru ibu ku yang tiba tiba sudah sampingku saja. “Hari ini kita pulang ke rumah ya, bosen kan lama lama di rumah sakit”.
Sebenernya aku sedikit terkejut dengan hasil endoskopi, karena perutku sering bermasalah selama bertahun tahun.

Setelah aku pulang dari rumah sakit, sebagian diriku merasa senang, sebagian lagi membuatku khawatir. Rasanya aneh jika tidak ada apa apa, aku tak pernah merasakan sakit perut seperti ini.Terasa mual, perih, u know what sebenernya aku sulit menjelaskan apa yang dirasakan perutku. Yang pasti setiap makan makanan yang banyak pengawet langsung bereaksi. 
Selain itu, lemas yang dirasakan sekarang, tidak pernah kurasakan sebelumnya lebih lemes dibanding liat cowok sixpack*wink*. Naik tangga harus dipegangin, naik satu anak tangga saja rasanya susah sekali, nafas pun sangat terasa berat. Sesak nafas pun hilang timbul


Dan ternyata…belom semua gejala keluar...

Setelah beberapa hari pulang dari rumah sakit, hampir tiap malam aku terbangun dari tidurku. Batuk yang tak henti henti nya , terus mengeluarkan dahak (slem), hingga dada terasa sakit.  Entah berapa gulung tisu yang berakhir tragis harus menampung dahakku, sabar ya tisu. 

Masih belom tahu penyakit apa, ahirnya kami memutuskan untuk pergi ke pengobatan herbal, I know banyak yang gak percya dengan herbal, atau malah banyak yang ketawa kenapa sakit yang mungkin serius, dibawa ke herbal. Nanti aku jelaskan kenapa aku cukup percaya dengan pengobatan herbal yang berada di bogor ini.

“Tria ternyata kamu kena infeksi paru”
“OMG I’m gonna die im gonna die”, pikiranku yang lebay. Karena sebenarnya, aku belom tahu dengan  jelas apa itu infeksi paru, tapi yang pasti kedengarannya cukup menyeramkan.  
“Bukan infeksi paru saja, kamu saja kena tiroid”

"Infeksi paru itu bahaya?" Dokter Herbal menjawab "Ya bisa berbahaya", lalu aku bertanya "Apa aku sudah tahap bahaya?" Dengan tersenyum ia menjawab "Yang penting astria jangan lepas ya obatnya...sembuh kok " 

Jawabannya tidak memuaskanku, ia menyadarinya dan berkata "Gak kok ga bahaya, tapi dengan syarat harus minum jamu dengan rajin dan jaga makanan"

Tanpa aku perdulikan soal penyakit tiroid, aku terus bertanya mengenai apa saja penyebab infeksi paru. Dan aku pun ditanya berbagai macam apakah aku merokok, apakah aku mimun alcohol dan bagaimana lifestyle aku.
Disaat itu pikiran langsung ke masa lalu yang mungkin menyebabkan penyakit ini
Langsung terbayang…

Aku yang sangat terlihat capek di depan computer, jam menunjukan jam 3 dini hari, asap rokok yang tak habisnya mengitari ruangan kantor, dan tentunya hal seperti ini bukan yang pertama kali dan bukan yang terakhir kali.


Comments