Jakarta Butuh Siapa? #15daywritingchallenge -day 12

#15daywritingchallenge -day 12
Indahnya tinggal di sebuah Negara dengan perbedaan suku, agama dan ras. Perbedaan pendapat, pun bisa juga menjadi suatu hal yang indah, jika saling bisa saling menghargai.
Hari ini gue melihat sebuah foto di facebook yang jarang gue lihat, dimana terdapat 2 pria yang sedang berdampingan dengan wajah yang ceria, masing masing menunjukan paslon dukungannya. Yang satu menujukkan angka 1 di jarinya, yang satu lagi menunjukkan angka 2.
Kalau hari Kemaren melihat status teman teman di media sosial, reaksi gue adalah sebagai berikut:
Iye iye guw tau elo pada dukung siapa! Dari jaman Rano Karno belom punya kumis juga, gue udah tau pilihan loe siapa ..gausah diulang berkali kali, maksudnya kalau bisa gak usah keseringan update menengai paslon yang didukung, gitu lho! Dan kalau bisa kurang kurangin nyinyir sama paslon yang tidak didukung . Yang sudah pasti, dukung hastag save toleransi kan? Gue hargain pilihan loe, semoga elo juga bisa menghargai pilihan gue.
Lagian, elo pade kan kaga tau juga ke 3 paslon ini, udah berbuat apa aja. Cuman lihat pemberitaan di media aja. Bisa aja mereka ternyata hobi memasak #lho
Siapa pun nanti yang menang mudah mudahan yang terbaik ya buat kita
Siapa pun nanti yang menang mudah mudahan kita bisa dukung ya dengan program programnya
Siapa pun nanti yang menang mudah mudahan kita bisa legowo terimanya.
Pertanyaannya adalah
Apakah #Jakartabutuhagus? #Jakartabutuhahok? Atau #Jakartabutuhanies?
Yang lebih dibutuhkan jakarta adalah #jakartabutuhmasyarakatdamai #jakartabutuhmasyarakattidaknyinyir #jakartabutuhmasyarakatyangmerasadirinyapalingbenar #jakartabutuhkita
Sebenernya mau berpendapat atau mengkritik itu hak semua orang. Namun ada satu nama yang gue gak rela dikritik atau dihina . Yaitu Prabowo, yaiyalah wong itu nama Buapak gua.

Comments