Episode 1 - Aku sakit apa?

“…ternyata kamu sakit…”

Oke stop sampai disitu dulu
“Yaudah sekarang kita ke rumah sakit aja ” seru mamah melihat badan ku menolak semua makanan masuk ke perut. Mengingat sejarah penyakit ku, aku sangat yakin maagh  ku kambuh. Dan mengingat aku cukup addicted dengan infus, jadi aku langsung minta ke rumah sakit , untuk ke ugd lalu diinfus . addicted tp infus? Why? Karena setiap perut ini sakit dan bingung harus diapaaain karena obat sudah tidak mampu menolong, infus selalu bisa membuatku nyaman. Nyaman sama infus ? ko siga nu patetik nya, Maksud nyaman adalah perut ku menjadi tidak sakit lagi. 

 Well anyway ….Lalu apa yang terjadi?
Akhirnya aku dirawat di rumah sakit tebet beberapa hari, aku yakin masalah dari semua yang kurasakan adalah maagh walaupun tidak pernah merasakan  separah ini sebelumnya, maka dari itu kami m
memutuskan untuk melakukan tindakan endoskopi.
Endoskopi adalah tindakan non bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan dari pasien dan, dalam beberapa kasus, disertai pengobatan, jika sudah memungkinkan. Tindakan ini menggunakan endoskop, tabung lentur (fleksibel) dengan kamera yang melekat pada salah satu ujungnya. Kamera tersebut mengambil gambar bagian dalam dari saluran pencernaan, memungkinkan dokter yang memeriksa untuk melihat gambar tersebut melalui layar televisi yang terhubung dengan endoskop.
“Pagi mba nanti endoskopi , jangan makan apa apa ya” padahal hari itu aku sudah memiliki nafsu makan, menjalankan operasi atau semacamnya adalah bukan suatu hal yang baru untukku, selelah mengenakan pakain rumah sakit, para suster sibuk mengatur tempat tidur agar tempat tidur ini bisa didorong untuk mengantarku ke ruang operasi, seperti biasa tempat tidur yang didorong berjalan lorong rumah sakit selalau menjadi pusat perhatian. Tanpa orang orang itu sadari, otomatis ingin melihat siapa pastien yang di tempat tidur yang baru melintas tepat di mata mereka, hingga memasuki lift. Ting pinti lift terbuka di lantai tujuan. Keluar dari lift, tempat tidur ini terus mendekat dengan ruangan tindakan.  Dan pada akhirnya…aku melihat sebuah pintu terbuka seperti seseorang menunggu kehadiranku. Tempat tidur ini terus berjalan membawa ku ke sebuah dalam ruangan, lalu aku melihat  seorang pria setengah baya dan wanita menggunakan seragam warna hijau tengah menunggu ku. Dokter dan perawat itu memang wajah yang aku sudah kenal lama. Lalu seorang pria yang pasti bukan dokter ,.sepertinya petugas rs yang akan membuatkua tak sadar. Ia menghampiriku, ngajak ngobrol sebentar dan tiba tiba semuanya hitam.  

Comments