“…ternyata
kamu sakit…”
Oke
stop sampai disitu dulu
“Yaudah
sekarang kita ke rumah sakit aja ” seru mamah melihat badan ku menolak semua
makanan masuk ke perut. Mengingat sejarah penyakit ku, aku sangat yakin
maagh ku kambuh. Dan mengingat aku cukup
addicted dengan infus, jadi aku langsung minta ke rumah sakit , untuk ke ugd
lalu diinfus . addicted tp infus? Why? Karena setiap perut ini sakit dan
bingung harus diapaaain karena obat sudah tidak mampu menolong, infus selalu bisa
membuatku nyaman. Nyaman sama infus ? ko siga nu patetik nya, Maksud nyaman adalah perut ku menjadi tidak sakit lagi.
Well anyway ….Lalu apa yang terjadi?
Akhirnya
aku dirawat di rumah sakit tebet beberapa hari, aku yakin masalah dari semua
yang kurasakan adalah maagh walaupun tidak pernah merasakan separah ini sebelumnya, maka dari itu kami m
memutuskan
untuk melakukan tindakan endoskopi.
Endoskopi adalah tindakan
non bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan dari pasien dan,
dalam beberapa kasus, disertai pengobatan, jika sudah memungkinkan. Tindakan
ini menggunakan endoskop, tabung lentur (fleksibel) dengan kamera yang melekat
pada salah satu ujungnya. Kamera tersebut mengambil gambar bagian dalam dari
saluran pencernaan, memungkinkan dokter yang memeriksa untuk melihat gambar
tersebut melalui layar televisi yang terhubung dengan endoskop.
“Pagi
mba nanti endoskopi , jangan makan apa apa ya” padahal hari itu aku sudah
memiliki nafsu makan, menjalankan operasi atau semacamnya adalah bukan suatu
hal yang baru untukku, selelah mengenakan pakain rumah sakit, para suster sibuk
mengatur tempat tidur agar tempat tidur ini bisa didorong untuk mengantarku ke
ruang operasi, seperti biasa tempat tidur yang didorong berjalan lorong rumah
sakit selalau menjadi pusat perhatian. Tanpa orang orang itu sadari, otomatis
ingin melihat siapa pastien yang di tempat tidur yang baru melintas tepat di
mata mereka, hingga memasuki lift. Ting pinti lift terbuka di lantai tujuan.
Keluar dari lift, tempat tidur ini terus mendekat dengan ruangan tindakan. Dan pada akhirnya…aku melihat sebuah pintu
terbuka seperti seseorang menunggu kehadiranku. Tempat tidur ini terus berjalan
membawa ku ke sebuah dalam ruangan, lalu aku melihat seorang pria setengah baya dan wanita
menggunakan seragam warna hijau tengah menunggu ku. Dokter dan perawat itu
memang wajah yang aku sudah kenal lama. Lalu seorang pria yang pasti bukan
dokter ,.sepertinya petugas rs yang akan membuatkua tak sadar. Ia menghampiriku, ngajak ngobrol sebentar dan tiba tiba semuanya hitam.
Comments
Post a Comment