What's up 30? -CIHMFA30

Bab 2 
Schedule



“Punya loe?” Tidak sampai satu detik, tiba-tiba tiket 2PM-ku ia tunjukkan persis di depan wajahku. What? Kenapa bisa ada di tangan Mbak Andien? Pasti gara-gara aku menaruh tas di ruangan ini tadi malam. Sudah pasti Mba Andien memeriksa tasku tanpa alasan yang jelas. Tapi, apa karena mereka mungkin menonton...acara tadi? Tidak, itu tidak mungkin.
“Apa ini? 2PM? Tadi malem, elo nonton ginian? Di umur lo yang ke-30 ? Dan masuk televisi pula.”
What? Mereka semua menontonnya?
Pada nonton gue tadi?” Jangan-jangan mereka dari tadi berakting seakan-akan tidak nonton acara Good Morning Indonesia hanya untuk menjebakku sekarang ini.
Dengan polosnya, Ayah berkata, “Iya, tadi papah yang nyadar pertama kali. Hahaha... kamu lucu banget mukanya.”
Ibu terlihat menahan tawa.
Aku tidak percaya semua ini, seolah-olah mereka sengaja membuat skenario untuk menjatuhkan aku. Ini semua pasti akal bulus Mbak Andien. Mbak Andien pasti mencari tiket itu di dalam tasku setelah melihat liputan tadi. Tiket yang tadinya aku sendiri kurang yakin dimana letaknya. Tiket yang semestinya aku simpan rapih di dalam kotak yang terkunci sebab saking berharganya tiket ini, dan pada suatu hari kelak aku bisa menceritakan pada cucuku tentang fenomena boyband.
“Mamah, papah, maksudnya apa sih pakek akting-aktingan segala gitu. Gak lucu banget.” Ayah dan Ibu terlalu sibuk makan kue untuk menjawab pertanyaanku. Sedangkan Mba Andien, begitu sibuk dengan Ipad-nya. Aku curiga pasti ada hubungannya dengan pembahasan ini. Selera makanku hilang seketika.
Mbak Andien memperlihatkan layar Ipad-nya padaku. Ternyata dia browsing, mencari foto-foto 2PM. “Coba elo perhatikan satu-satu dari keenam pria ini. Ada gak, salah satu dari mereka yang bisa nikahin elo?” tanyanya dengan wajah layaknya seorang detektif yang sedang menginterogasi tersangka.
“Elo gak mau makan dulu cake-nya?” Aku berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Jawab dulu pertanyaan gue,” tegasnya. Aku  terdiam. Ayah dan Ibu juga diam menyimak apa yang sedang terjadi. Mbak Andien melanjutkan “Coba elo lihat idola loe yang gak penting ini! Pas elo lagi dimarahin sama guru BP gara-gara pake rok seragam abu-abu yang kependekan, dia lagi dipakein popok sama emaknya!
 Mbak Andien menunjuk personil selanjutnya. “Coba yang ini, manis banget, bibirnya lebih merah dari bibir kita. Kalau yang ini, dia tidurin semua fansnya, mudah-mudahan aja semuanya cewek.


Untuk baca lanjutannya yu mampir kesini https://www.wattpad.com/475151131-can-i-have-my-fairytale-at-30-bab-2-what%27s-up-30/page/5 (wattpad : astria andarini) 

Comments