Schedule
“Punya loe?” Tidak sampai satu
detik, tiba-tiba tiket 2PM-ku ia tunjukkan
persis di depan wajahku. What? Kenapa bisa ada di tangan Mbak
Andien? Pasti gara-gara aku menaruh tas di ruangan ini tadi malam. Sudah
pasti Mba Andien memeriksa
tasku tanpa alasan yang jelas. Tapi, apa karena mereka mungkin menonton...acara
tadi? Tidak, itu tidak mungkin.
“Apa ini? 2PM?
Tadi malem, elo nonton ginian? Di umur lo yang ke-30 ? Dan masuk televisi pula.”
What? Mereka semua
menontonnya?
“Pada nonton gue tadi?” Jangan-jangan mereka
dari tadi berakting seakan-akan tidak nonton acara Good
Morning Indonesia
hanya untuk menjebakku sekarang ini.
Dengan polosnya,
Ayah berkata, “Iya, tadi papah yang nyadar pertama kali. Hahaha... kamu lucu banget mukanya.”
Ibu terlihat
menahan tawa.
Aku tidak
percaya semua ini, seolah-olah
mereka sengaja membuat skenario untuk menjatuhkan aku. Ini semua pasti akal bulus Mbak
Andien. Mbak Andien pasti mencari
tiket itu di dalam tasku setelah melihat liputan tadi. Tiket yang tadinya aku
sendiri kurang yakin dimana
letaknya. Tiket yang semestinya aku simpan rapih di dalam kotak yang terkunci sebab saking
berharganya tiket ini, dan pada suatu hari kelak aku bisa menceritakan pada
cucuku tentang fenomena boyband.
“Mamah, papah, maksudnya apa
sih pakek akting-aktingan segala gitu. Gak lucu banget.” Ayah dan Ibu terlalu
sibuk makan kue
untuk menjawab pertanyaanku. Sedangkan Mba Andien, begitu sibuk dengan Ipad-nya. Aku
curiga pasti ada hubungannya dengan pembahasan ini. Selera makanku hilang
seketika.
Mbak
Andien memperlihatkan layar Ipad-nya padaku. Ternyata dia browsing, mencari foto-foto 2PM.
“Coba elo perhatikan satu-satu dari keenam pria ini. Ada gak,
salah satu dari mereka yang bisa nikahin elo?” tanyanya
dengan wajah layaknya seorang detektif yang sedang menginterogasi tersangka.
“Elo gak mau
makan dulu cake-nya?” Aku berusaha
mengalihkan pembicaraan.
“Jawab dulu
pertanyaan gue,” tegasnya. Aku terdiam.
Ayah dan Ibu juga diam menyimak apa yang sedang terjadi. Mbak Andien melanjutkan “Coba elo lihat idola
loe yang gak penting ini! Pas
elo lagi dimarahin sama guru BP gara-gara
pake rok seragam abu-abu yang kependekan, dia lagi
dipakein popok sama emaknya!”
Mbak Andien menunjuk personil selanjutnya. “Coba
yang ini, manis banget, bibirnya lebih
merah dari bibir kita. Kalau
yang ini, dia tidurin semua fansnya,
mudah-mudahan aja semuanya cewek.”
Untuk baca lanjutannya yu mampir kesini https://www.wattpad.com/475151131-can-i-have-my-fairytale-at-30-bab-2-what%27s-up-30/page/5 (wattpad : astria andarini)
Comments
Post a Comment