Pengamat politik ???

“Tema apa yang paling hangat dibicarakan di sosial media pada saat ini?”

Menurut sebuah survey, kira kira sekitar 6 bulan ini, Politik lah yang menduduki peringkat teratas, setelah itu masalah agama, lalu sosial dan yang terakhir adalah dunia entertainment. Survey ini, berdasarkan dimana banyak orang yang menjadi pengamat politik dadakan. Selain itu, penyanyi dangdut Nazar eh nasaar eh nassar ya itulah pokoknya, dan Princess Syahrini sudah tidak pernah menjadi bahan pembicaraan masyarakat lagi.

Oke! Gue akuin! Survey berdasarkan dari pengamatan gue sendiri! Kemoon guys, don’t you miss them?

Tidakkah kalian berpikir bagaimana nasib mereka sekarang ini. Orang orang yang selalu menjadi sorotan publik, dengan tiba tiba pamornya turun begitu saja, hanya karena isu politik lagi memanas.
Tidakkah, kita kangen Nassar dengan gosip gosing terhuaaangatnya, pernah kah kita berpikir siapa pasangan hidupnya setelah cerai dengan Musdalifa? Eh mudaliva eh yah siapa pun itulah. Lalu bagaimana dengan incess Syahrini dengan segala aksi aksinya yang selalu menjadi trend. Tahukah kalian negara mana yang incess kunjung akhir akhir ini? Gak tau kan??? Karena kita sedang sibuk dengan yang lain. Lalu bagaimana dengan Aurel yang sering digosipkan melakukan operasi plastik, Tahukah kalian baru baru ini dia baru bikin video klip? Gatau kan? Okey Gue akuin gue pernah nonton vlognya tapi cuman sekali! Okey gue akuin dua kali! *30menityangterbuangadenganpercuma*. Lalu ipul? Bagaimana dengan bang ipul ? bagaimana bisa kata “Hap” nya dikalahkan “fitza hat” dengan begitu saja. Pernahkah kalian memikirkan perasaan mereka yang selama ini telah berjasa menghibur kita,  dan sekarang kita lupakan begitu saja.  
Daripada kalian menjadi pengamat politik dadakan, mendingan jadi pengamat dunia entertainment.  Mau komentar apa aja sah sah aje. Kalau pengamat politik dadakan, dan membahasa terus mengenai politik  tapi sebenernya gak ngerti ngerti amat, bahaya! Nanti kelihatan….itunya …kelihatan gak ngertinya maksudnya.
Pernah dimana gue berada di fase yang eneeeg banget dengan social media karena selalu membahas mengenai politik. Gue mencoba melawan arus, dengan share video video lucu, masakan sampai video kucing lagi guling gulingan, tetep kalah cuy. Well gue pikir, kalau elo pade mau terus ngomongin politik dan agama, okey siapa takut!  Gue beri! Secara gue dari kecil udah dijejelin sama nyokap masalah politik untuk masuk ke otak gue .  Dan anehnya isu politik muat di otak gue, dan menjadi sebuah hal yang menarik buat gue. So, you want to talk about politics with me?  I’m in Beybiiih !!!!! Emmmh….tapi jangan yang berat berat amat yak. Karena sebenenrya lebih menarik hitungin kotak kotak nya cowok korea di perut mereka ada berapa jumlahnya. Efeknnya seger, kalau politik efeknya mumeeet!
Gue punya cerita sedikit tentang prestasi gue di dunia politik. Gaada yang tahu kaaaan? Oke gue cerita ya, bukannya mau nyombong!
Waktu gue kuliah, pernah ada kejadian nyokap dari seorang teman ngajak ngobrol ke gue soal politik dan kita pun menjadi ngobrol seru. Gue yang emang orangnya males belajar dan pikirannnya main molo bikin kaget temen gue. Temen gue bilang "Kok tumben elo pinter?" . Gw jawab dengan bangga "Iya dooong!" sambil kibasin rambut . padahal dalam hati "Kalau bukan karena emak guw yang cerita mana eikeketeheeee….". Dan selama berbincang politik dengan teman nyokap, gue berdoa dalam hati “Please jangan bahas lebih dalam lagi, bisa kelihatan pas pasan banget ini pengetahuannya”.

See keren kan gue ? prestasi yang luar biasa kan? Emmmh enggak ya? Bukan prestasi ya? Oke itu bukan hal yang bisa dibanggakan!

Sebenernya yang punya prestasi di bidang politik di keluarga gue yaitu kakek gue!
Berperang dengan belanda, mempertaruhakan nyawa demi negara? Pernah. Difitnah oleh PKI sampai turun jabatan juga pernah. Untungnya tidak sempat menjadi korban PKI, karena ada yang mengatakan pada keluarga gue nama kakek gue sudah menjadi daftar orang orang yang harus disingkirkan oleh PKI. Tapi gue gak tahu deh pas beliau perang sempat gak update status untuk nulis hastag save nkri atau hastag yang laiinya, gue gaktau kalo soal itu.

Eits kok gue ada bahasan soal PKI? Apakah benar isu isu mengenai PKI bangkit kembali adalah sebuah kenyataan? Terdapat 2 kelompok atas isu ini, ada yang benar benar percaya, ada yang menertawakannya. Gue pribadi berharap, yang menertawakan lah yang benar, walaupun gue gak berani ikut tertawa coz anything can happen rite! Gimana kalau itu benar benar bukan berita hoax, lagi ketawa tiba tiba ditodong pistol sama orang yang memakai baju dengan lambang palu arit.Daaaaaaan gue berkhayal terlalu jauh! But know what! Gausah perduli apa yang gue pikirkan/ khayalkan, kalau gue kan orangnya polos, mungkin denger monster keluar dari laut aja gue bisa percaya, (akibat kebanyakan ngayal). Tapi monster berwujud kaya yang di film drama korea Goblin ya (padahal belom nonton).

Kembali lagi ke cerita mengenai kakek gue, dia adalah pria yang gue banggakan hingga saat ini, karena dia bukan pahlawan untuk keluarganya saja, melainkan beliapun seorang pahlawan bagi Negara nya. Kira kira, jika beliau masih ada, apa yang beliau pikirkan disaat membaca berita berita dari sosial media yang sebagain besar bersifat nyinyir dan hoax? Yang pasti, beliau bakal bingung politik sudah menjadi pembicaraan sehari hari bagi masyarakat luas. 

Sebenernya tidak ada salahnya untuk share berita politik di sosmed, tapi menurut gue kurangin aja porsinya!

Karena apa? balik lagi ke masalah tujuan dari tulisan ini yaitu #savesyahrini #savenassar #savesaipuljamil #saveaurel . Bagaimana pun mereka membutuhkan perhatian kita! Oh ya jangan lupa #savenikitamirzani!


Salam damai, Astria Soedomo



Comments