Sudah masuk hari ke 14 di #15daywritingchallenge, gw dan mba gerda yang awalnya ingin sekali netral tak berpihak ..namun tidak kuat jga melihat kebohongan dan fitnah terus meraja lela. Hal yang tak perlu dibuat jadi bahan nyinyiran, namun ada saja caranya membuat hal tersebut jadi bahan nyinyiran. Berita apa pun yang menyangkut paslon yang dibenci, di bikin sedekemian rupa dibuat terlihat negatif.
Selain itu terjadilah perang berita antara dua kubu. Yang pertama perang mengenai wartawan metro tv yg dipukul aksi 112, dimana ada yg bilang itu hoax ada yg bilang itu fakta. Lalu perang mengenai banjir sebagian besar pendukung paslon 2 menulis status atau meme bertapa indahnya Jakarta sekarang karena tidak banjir padahal tiap hari hujan, keesokan harinya pun diserang dengan kubu lawan dengan upadate foto foto banjir di beberapa daerah.
Dan hari ini paslon yang sedang beribadah pun dijadikan bahan nyinyiran / olok olokan. Keluar lah meme yang menyatakan seolah olah kegiatan ibadah tersebut merupakan hadiah / bayaran untuk sebagian peserta demo aksi bela islam.
Bicara mengenai aksi bela islam, salah satu ustadz yang merupakan favorit banyak orang diperiksa polisi atas tuduhan penyelewengan dana aksi bela islam. Masyarakat muslim yang sering menghadiri kegiatan majelis talim yang tersebar di seluruh jakarta mengagumi sosok beliau. Isi ceramahnya sangat berbobot dengan penyampaian yang menarik dan mudah dicerna. Orang yang mengenal beliau, sangat percaya semua berita negatif yang menimpa dirinya adalah fitnah.
Silahkan membenci aksi bela islam, tapi jangan fitnah ustadz kami.
Comments
Post a Comment