“Siang Mba Mince, udah seminggu kan jadian sama Mas yang satu
itu hehe... Udah ada rencana berlanjut ke pelaminan?”
Aneh tapi nyata! tapi pertanyaan
itu lah yang sering kita dengar di acara acara infotainment disaat mewawancarai
artis artis yang sedang digosipkan punya “hubungan” dengan seseorang( lawan jenis). Itu baru satu contoh,
masih banyak pertanyaan ajaib lainnya.
Selama 4 tahun kerja di Televisi Nasional
sebagai creative, tidak pernah mendapat program infotainment adalah sebuah
anugrah buat gue. Padahal, salah satu bagian yang gue favoritkan kerja di tv
adalah bisa melakukan sebuah interview / exclusive interview langsung dengan artis / seorang tokoh
idola. Tapi untuk interview kapan dia ke salon atau membongkar isi tas artis
bukanlah hal yang menarik buat gue.
Sebenernya bukan artis saja yang
menarik untuk di interview. Orang orang biasa pun bisa menjadi bahan yang
sangat menarik. Tergantung kebutuhan konsep yang kita inginkan. Dan disaat hasil interview itu bisa menjadi
sebuah karya atau tulisan yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi inspirasi
bagi banyak orang, rasanya punya kepuasan dan kebanggaan tersendiri.
Balik lagi ke masalah Infotainment. Pada satu waktu gue pernah menonton Infotainment yang terkesan, mereka menulis berita (narasi) terdahulu,
sebelum melakukan interview langsung dari artis yang diberitakan. Isi berita
hanyalah sudut pandang si penulis, yang terkesan berita itu adalah sebuah
fakta.
Dan hal inilah yang gue rasakan
belakangan ini disaat membaca tulisan tulisan yang tersebar di sosial media. Penuh
asumsi tanpa klarifikasi dari orang yang bersangkutan (yang diberita kan) dengan segala macam tuduhan. Namun dari cara
penulisan dengan tutur kata yang apik dan menarik, membawa pembaca seolah olah
berita tersebut adalah sebuah hal yang sudah pasti benar/ tidak diragukan lagi!
Walaupun nyatanya, itu masih hanya sebuah asumsi atau hanya sebuah sudut
pandang.
Ya memang kita
sekarang sudah berada di jaman untuk bebas
menulis apa pun yang kita inginkan, tanpa saringan dan tersebar dengan cepat
tanpa perduli itu hoax atau tidak, yang penting masuk dengan logika si pembaca
yang akhirnya ikut menyebar berita.
Well... Siapa pun yang menulis artikel artikel tersebut, adakah keinginan
mereka sesekali melakukan exclusive interview langsung dengan orang /
tokoh yang mereka berita kan? Atau mungkin orang orang terdekat dari tokoh
tersebut?
Digaris bawahi kata "sesekali"!
Seorang penulis itu sudah semestinya memiliki jiwa rasa ingin tahu
yang besar , harus bisa melakukan survei yang tidak sembarangan, kritis dalam
segala hal, dan melihat suatu masalah tidak hanya dari satu sisi saja.
Apalagi disaat penulis sudah memasuki area politik. Sudah
semestinya mereka jauh kritis dan memiliki keberanian yang lebih besar untuk
mendapatkan sebuah berita yang fresh, dan terpercaya.
Jika tidak memiliki jiwa seperti yang gue sebut diatas, sebaiknya
jangan menulis politik, lebih baik tanya aja si Mince kapan nikahnya. Gampang
toh?
Salam damai, Astria Soedomo
Comments
Post a Comment