Apakah 2 kata ini mengingatkan kita dengan seorang teroris
Apakah 2 kata tersebut menandakan orang orang yang sok beragama dengan attitude yang tidak sesuai dengan agama?
Apakah 2 kata tersebut mengingatkan kita dengan sekelompok orang yang suka teriak kofar kafir di social media
Apakah 2 kata ini menandakan seseorang yang bergaya ke arab araban
Lalu gue berpikir kok orang sebel banget ya sama orang yang katanya bergaya kearab araban? Kenapa gue selama ini gak ada yang protes ya disaat gue berusaha kebarat baratan, ke jepang jepangan atau ke korea koreaan?
Ooh mungkin, orang orang yang mengenakan atribut ini, secara pemberitaan di media adalah orang yang sering teriak kofar kafir, orang yang tidak toleran. Hingga menyebabkan salah satu artis Indonesia berkata “ Yang segala ke arab araban, pindah aja ke arab sekalian!”
Tapi pertanyaannya adalah, apakah semua orang yang berjanggut dan pake celana cingkrang seperti itu? Bagaimana ternyata dari 100 orang dari golongan tersebut, 30 orang sering teriak teriak, 70 orang lainnya memilih diam. Lalu apakah 70 orang ini harus disamakan dengan 30 orang ini ? Setau gue disaat seseorang yang benar benar sudah memikirkan akhirat, dan tidak memikirkan kepentingan dunia, sebagian besar dari mereka sudah menjauhi sosial media. Beda halnya dengan ustadz, mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan ilmunya pada orang orang (moslem) .
Gue memiliki seseorang yang cukup dekat dengan gue, dengan atribut seperti ini, kita sebut saja beliau si pria jenggot . Gue pun memiliki beberapa pertanyaan buat pria jenggot ini!
Gue :Harus ya pake jenggot?
Pria jenggot: Ya harus, sunah Rasul ! (note: Jadi jawabannya Sunah Rasul bukan karena budaya arab )
Gue : Gak boleh dirapihin ?
Pria jenggot : Gue pengen coba ikut sikap sahabat Rasullulah, yang setiap turun akan syariat baru mereka tidak bertanya kenapa tapi mengatakan kami mendengar, dan kami menaati.
Gue : Udah pernah dengar soal artis yang berteriak kalau segala kearab araban mending pindah ke Negara arab aja.
Pria jenggot: Kalau ada orang nyuruh gue pindah ke Arab Alhamdulillah udah didoain, di Arab lebih mudah sholat di masjidil haram yang sekali shalat dapat 1000 pahala. Di Arab ada kota Mekkah yang di jamin tidak dimasuki dajjal .
Gue : Perantanyaan terakhir , apa komentar mengenai social media dan keadaan Indonesia di saat ini?
Pria jenggot : Jangan sekali sekali kamu mengkritik, menghina pemimpin (presiden)mu, seburuk apa pun pemimpin mu. Sebenernya, mengkritik boleh, dengan syarat harus langsung disampaikan dengan yang bersangkutan.“
Mendegar ini, mengingatkan gue di jaman SBY masih memimpin Negara ini, gue sering banget nyinyirin beliau di sosial media .#maapkanakohpakbeye
Gue : Emmh…tapi kalau sekedar mengkritik di social media sepertinya lebih berani haha…kalau mengkritik secara langsung , siapa gue sok sok an bisa menasihati seorang presiden?
Pria jenggot :Nah tuh udah jawab sendiri. Syarat menasihati pemimpin adalah berilmu (paling penting) dilakukan secara diam diam, dan dilakukan dengan baik baik.
Gue : Kenapa harus diam diam ?
Pria jenggot : karena membuka aibnya di depan publik akan merusak kewibawaanya
Gue : emang gak boleh ya? Hehe
Pria janggut : Ketidakpatuhan rakyat akan membuat peraturan Negara yang dirancang sedemikian rupa untuk kemakmuran rakyat, akan diabaikan begitu saja. Lama kelamaan tidak ada bedanya dengan dunia binatang yang tidak mengenal aturan
Gue : jadi ga boleh kritik sedikiiit pun neh di sosmed kalaupun kita merasa benar? (tetep lho gue)
Pria jenggot: Ya Gak boleh! Lagian apa gunanya??
Jadi pertayaan terhadap teman teman adalah : apakah pria jenggot ini lebih baik kita suruh ke pindah ke arab aja sesuai dengan permintaan si artis ?
Comments
Post a Comment