Setelah Riri Riza sukses dengan film AADC, terdapat beberapa nama sutradara yang membuahkan film film Indonesia yang bagus dan secara perlahan membuat masyarakat Indonesia percaya dengan perfilman Indonesia.
Namun di beberapa nama sutradara yang cukup gue favorit-kan, mengeluarkan beberapa karya yang sepertinya memiliki visi tertentu, seperti isu LGBT dan agama yang liberal. “Emmh mungkin gue perlu sutradara favorit yang baru haha” .Dan disaat gue sedang berpikir hal tersebut, seorang teman merekomendasikan sebuah film bagus, film yang mungkin tidak terdengar dan gue sempat meng-underestimate disaat sekilas melihat thriller nya. Film tersebut berjudul “Mama Cake”. And I Love it! Gue bisa ketawa, sedih dan mendapat sebuah ilmu agama. Dan yang lebih kerennya lagi, moral agama tersebut disampaikan secara ringan, bahkan kita tidak sadar kalau kita yang lagi nonton, sedang diberi dakwah melalui skenario yang membuat kita tertawa tersebut.
Sejak film itulah gue jatuh cinta dengan karya Anggy Umbara, lalu keluar lah film Alif Lam Mim, sebuah film yang mengangkat isu agama dan politik. Diproduseri oleh seorang mantan vj mtv, Ari untung.
Film ini bercerita tentang… u know what …,karena review film is not my thing…
Kita ambil sedikit sumber dari Wikipedia: Film 3 (alif lam mim) adalah film laga futuristik pertama di Indonesia yang menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga. Jakarta 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026.
Kali ini gue akan menulis skenario / percakapan/ adegan yang lumayan gue suka.
Siapakah Alif, Lam dan Mim?
1. Pembicaraan Alif, Lam dan Mim di waktu mereka masih kecil , tinggal di sebuah pesantren
Alif : “Gue bakal ngabdi dengan Negara, gue akan menjadi penegak hukum “
Lam: “Gue sih mau nulis kebenaran, biar yang baca tau dan ngerti apa arti dari kebenaran”
Mim “ Aku cuman mau mati dalam khusnul khotimah, mau tinggal disini dan menyebarkan kebaikan melalui agama”
2. Pembicaraan antara Alif dan Lam
Lam : “Gue mau tanya dari dulu biasanya, yang di depan sofa itu tv, ini kenapa jendela ya?”
Alif : “Katanya TV adalah jendela dunia, gue udah trauma dibohongin terus sama tv, ya gue lihat aja jendela langsung”
3. Pembicaraan Lam dan sang bos media Libernesia, setelah Lam menyatakan ingin mengejar fakta mengenai pemboman yang baru terjadi
Bos : “Lusa kamu berangkat ke Bromo , tidak ada bantahan!
Lam: “Kenapa sih setiap saya mau mengusut mengenai teroris saya dibuang ngeliput ke daerah daerah, sekarang Bromo!”
4. Pertemuan Alif dan Mim pertama, semenjak mereka pisah dari kecil. Dan bertemu kembali dalam keadaan yang tidak diinginkan.
Alif : “Ada 37 orang meninggal dan 15 orang luka luka, elo tahu ada Laras di dalam kafe itu, atau emang elo sengaja bunuh dia?
Mim : jadi begini cara aparatur Negara bekerja ? serang dahulu baru bertanya?
5. Disaat sang kyai yang sudah menjadi tersangka pelaku pemboman, melakukan tanya jawab dengan seorang wartawan
Kyai : “saya tidak pernah menyuruh mereka berpakaian seperti itu, saya sendiri berpakaian seperti ini dari dulu”
Wartawan:” Lalu kenapa murid murid bapak berpakaian jubah atau gamis?”
Kyiai : “Ya itu hak mereka , kemerdekaan mereka”
6. Pertemuan Min dengan sang guru yang sudah lama tidak bertemu. Di tempat pemboman yang baru saja terjadi
Guru : “mim kenapa kamu memilih jadi teroris?”
Mim : “saya bukan teroris! (melihat sekitar) Lalu kenapa guru membunuh mereka semua?”
Guru :” itu tugas saya selama ini mim, menjaga perdamaian”
Mim : “Anda lah teroris sebenarnya !”
Sumpah gue niat banget ineh nonton lagi di youtube sampai nulis kata katanya, gapapa sambil latihan nulis hehe…Buat teman teman yang belom nonton filmnya neh gue kasih link nya https://www.youtube.com/watch?v=O8qg2Ue3wA4
Selamat menonton teman teman 😊
Comments
Post a Comment