DAY 15!

Akhirnyaaa tiba juga di #15daywritingchallenge #day15 .Huuh panas sekali timeline saat ini ya mba Gerda Pertiwi Tapi ya sudahlah. Gausah ikut memanas keaadan. Lanjut ke writing challenge ini saja

Pada suatu hariiii.....

Terlihat seorang reporter yang sedang berdiskusi dengan seorang camera man. Reporter mungil yang imut itu adalah seorang reporter yang cukup dikenal masyarakat. Melihat wanita cantik dan elegan di depan matanya, membuat sang reporter ingin meng-interview nya masalah pemilihan Sang Pemimpin di kota tersebut. Wanita cantik tersebut pun bersedia, tanpa ragu, jauh dari kaku ia tersenyum seakan akan siap menghadaapi pertanyaan apapun dari sang reporter
Reporter : Siap untuk besok? Sudah yakin dengan pilihan Sang Pemimpin?
Wanita : Siap sekali! Semoga pilihan saya lah yang terbaik untuk memimpin Kota tercinta kita ini.
Reporter : Apakah tidak akan kecewa, jika pilihan anda tidak menang ?
Wanita : Enggak lah…well aku bohong sih pasti kecewa lah haha
Reporter : Berarti anda yakin sekali dengan pilihan anda?
Wanita : Yakin dia orang baik dan jujur dan bersih sih enggak yakin 100 persen. Mengidolakan seseorang dari politik? Bukan saya banget! Pertama tama kita gaktau apa saja yang terjadi disana(area politik), kita hanya denger dari media. Kita tidak tahu yang mana yang pencitraan atau bukan.
Reporter : Apakah menurut anda, banyak pencitraan di dunia politik?
Wanita : Mba kerja di media kan? Saya tanya emang gak ada artis yang berlagak bahagia dengan keluarga nya padahal aslinya hancur, atau cowok yang sok setia padahal playboy. Dunia entertainment aja begitu, ya kemungkinan dunia politik melakukan hal itu juga
Reporter : Anda yakin , semua yang dilakukan calon sang pemimpin pilihan anda, tidak pernah melakukann pencitraan?
Wanita : Ya bisa iya, bisa tidak, hanya Tuhan yang tahu. Cuman selama yang saya lihat, beliau sepertinya yang terbaik dari calon calon sang pemimpin lainnya
Reporter : Anda terlihat sedikit pesimis dengan kejujuran atau kebersihan orang orang yang terjun di politik, benar tidak ?
Wanita : Hahaha… jujur aja, saya punya Oom yang pernah terjun langsung ke dunia politik, saya lihat dia jauh lebih bahagia disaat memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Beliau kebetulan orang yang sangat jujur, boro boro korupsi, selalu menolak tawaran “wanita”. Tapi ya gak boleh jadi pesimis pasti ada orang baik, Intinya sih saya tidak ingin kecewa, tidak ingin terlalu berharap, apalagi menjadi fanatik.
Reporter : lalu bagaimana menurut anda tentang seorang yang fanatik dengan salah satu calon Sang Pemimpin?
Wanita: itu hak mereka, tapi fanatik bukan hal yang positif menurut saya. Makanya agak bingung tuh membedakan antara mengidolakan dengan fanatik. Kalau diartikan, fanatik itu adalah dimana seseorang sudah buta dengan kekurangan/ keburukan dari sang idola, Di kasus seperti ini mereka biasanya tidak mau melihat kelebihan dari calon Sang pemimpin yang tidak mereka pilih.
Reporter : Bagaimana perasaan anda , pemilih yang berbeda dengan anda, menjelek jelekkan pilihan anda (sang pemimpin) di sosial media ?
Wanita : “Ya sekali gapapa wajar, yang kedua kalinya agak kesel, ketiga kalinya kesel , sampai keempat kalinya ya Kezeel!”
Reporter : Anda tidak ingin membalas nya? Secara Oom anda sendiri orang politik pasti anda punya info info yang terpercaya
Wanita : Ya anda benar! Cukup banyak info dari orang orang terpercaya. Info mengenai kubu yang sering jelekin pilihan saya pun saya punya hehe. Tapi, buat apa sih bales balesan, nyinyir nyinyiran, berlomba untuk memperlihatkan pilihan kita lah yang paling benar. Dunia kan cuman sementara, damai damai ajalah! Lagian saya hanya dengar, walaupun dari sumber yang terpercaya, saya hanya dengar bukan mengalami!
Reporter : Benar anda tidak panas sama sekali?
Wanita : Ya gimana yak, bukan bapak saya juga sih yang dijelekkin, kenapa harus ribut. Cara keyakinan saya dalam memilih Sang pemimpin pun sering dikataian b*doh di sosial media, saya santai santai saja. Ya panas juga sih hehe dikiit…, intinya buat apa saya mikirin orang lain yang gak kenal. Cuman bisa berdoa aja untuk kota dan Negara ini.
Reporter : Anda terdengar sangat bijaksana, apakah bisa dipertahankan terus untuk netral seperti ini?
Wanita : Untuk sekarang bisa, entah nanti hehe
Reporter : Apa komentar anda mengenai orang yang tidak tinggal di kota ini, tapi bersuara terus tentang pemilihan Sang pemimpin di kota ini?
Wanita : menurut saya itu hak mereka, karena pemilihan Sang pemimpin ini bisa berakibat ke Negara, bukan kota ini saja, tapi pada akhirnya nasib Negara ini.
Reporter : Okey terimakasih atas waktunya, untuk terakhir apa pesan pesan anda terhadapa teman teman anda yang mengikuti pemilihan Sang pemimpin ini?
Wanita : Buat kepada teman teman tersayang jangan sampai golput . Suara anda menentukan nasib orang banyak. Siapa pun pilihan teman teman, kita masih harus saling support untuk kota ini, setelah pemilihan sang pemimpin selesai, kita main petak umpet yuk, biar akrab, biar gak slek. No gadget ya !
Reporter : hahaha anda lucu sekali!

Tiba seorang wanita berpakaian suster datang
Suster: Mba kita pulang ya, udah mulai sore
Wanita : Bentar dulu kita lagi bicarakan mengenai politik, penting ini !
Reporter dan camera man mulai terlihat bingung, wanita cantik itu pun di angkat paksa oleh dua orang pria yang tiba tiba datang.
Suster : maaf ya mba, dia gak ganggu kalian kan? Dia pasien kami di RS.jiwa Darma di bagian Politik
Reporter : RS jiwa bagian politik?
Suster : Rumah sakit yang pasiennya stress karena masalah politik ada yang mencalonkan diri jadi bupati terus gagal, ada yang terlalu fanatik sama tokoh politik, ada juga yang benci banget sama tokoh tokoh politik. Bahkan ada yang pinter banget jadi keblinger!
Reporter : tapi dia jawabnya sangat pintar dan masuk akal dan bijaksana.
Suster : emmmh anda bukan orang pertama berkata seperti itu.
Reporter : Mulai sekarang gue mau jadi reporter dunia entertainment aja! resign gue dari politik
Camera man : Jangan sampe ada RS. jiwa bagian entertainment aja hihi
Reporter : argggh!!!!!!!

Comments