Hujan Di Aksi Damai 212


Ya Allah apakah Kau tidak menyukai aksi  damai ini ?
Apakah Aksi damai ini adalah sebuah kesalahan?
Kenapa Kau turunkan hujan, disaat umatmu berteriak nama- Mu?

Tak hentinya hujan membasahi wajah dan seluruh tubuh para aksi damai yang sedang menjalankan ibadah shalat jumat. Tak hentinya pula aku berdoa pada Allah, Ya Allah hentikan hujan ini, biar mereka lebih konsentrasi dan tidak bubar di saat menjalanakan ibadah.

Tidak sampai 5 detik aku menyaksikan tv yang menyiarkan shalat jumat di monas, aku menyesal atas apa yang baru saja kuucapkan di dalam doa ku.
Bertapa aku sudah suudzon pada-Mu, tidak mempercayai apa dibalik rencana-Mu hingga Kau turunkan air hujan. Air hujan yang ternyata sangat ingin kurasakan untuk membasuhi seluruh tubuhku.

Sekejap, aku mematung tidak percaya apa yang aku lihat dan apa yang kurasakan saat itu. Ternyata hujan bukanlah suatu halangan, melainkan sebuah karunia.  Betapa irinya aku melihat mereka yang dengan khusyuk menjalankan ibadah dengan air wudhu yang tidak pernah kurasakan selama hidupku. Beruntungnya mereka…

Lalu sebuah kalimat yang memang sering kudengar, tiba tiba hadir di kepalaku  “Hujan adalah waktu terbaik untuk doa.” Pertanyaannya adalah, kenapa bukan hal ini yang teringat di otakku di saat hujan turun, malah aku sibuk menyalahkan Tuhan atas turunnya hujan.

Untuk itu, saya tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih pada teman teman yang mendoakan hujan di hari itu (212). Selain membuat suasana semakin khidmat, tapi membuat aksi kedatangan rombongan presiden juga terlihat lebih keren dengan payung birunya. Salah satu moment yang keren.

Tapi moment apa yang membuat hati ku benar benar tersentuh? Moment dimana aku melihat sebuah foto yang hampir semua temanku memposting, sebuah foto monas dengan lautan manusia ,mengenakan baju putih, tanpa mengganggu keindahan hijaunya rerumputan.  

Wahai, saudara saudara moslemku, yang masih mencari kesalahan atau sebuah cela dari aksi ini, tidak kah kalian tersentuh sedikit pun dengan foto indah tersebut?

Okey, kalau belom merasa tersentuh dengan sebuah foto. Apakah sudah melihat video di saat suara adzan melantun dengan sangat merdu, diiringi hujan yang mengguyur kota Jakarta yang bersih, rapih dihiasi warna putih dan hijau?

Tidak… tidak ….saya tidak akan men-judge atau menyalahkan seseorang, jika masih tidak bergetar melihat video tersebut, saya tidak bisa memaksakan seseorang memiliki sudut pandang yang sama dengan apa yang saya lihat. Dan tentunya, bukan porsi saya menentukan mana yang benar dan mana yang salah, saya pun tidak tahu seberapa besar ilmu seseorang hingga memiliki porsi atau hak tersebut.

Tapi dari sudut pandang saya pribadi,
Pemandangan Kota Jakarta pada tanggal 2 desember 2016 di Monas, adalah salah satu pemandangan yang sangat indah untuk disaksikan dunia. Dan pemandangan tersebut, terjadi di Negara kita, Indonesia! Aksi damai bela islam 3 yang aku lihat adalah aksi Bela Negara dengan  6 agama di dalamnya.

Keadaan Indonesia yang belakangan ini cukup memanas, menimbulkan sebuah kalimat di kepalaku, sangat pas  untuk mengingatkan kita semua sebagai manusia biasa, yang sering berbuat kesalahan dan memiliki ego yang besar.

Kalimat itu adalah:
"Terkadang kita menjadi buta oleh sesuatu yang tidak ingin kita lihat, dan menjadi tuli dengan sesuatu yang tidak ingin kita dengar."

Salam damai,
Astria Soedomo



Comments