Saya memilih diam karena...(Indonesia Damai 9 July 2014)


Disaat Jokowi, Gurbenur terbaik yang pernah Jakarta miliki, resmi menjadi Calon presiden, begitu banyak orang yang menghujat beliau karena telah melanggar janjinya untuk menuntaskan tugasnya membenahi kota Jakarta ditinggalkannya begitu saja sebelum masa jabatan berakhir, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…Saya tidak tahu persis apa yang di pikirkan seorang Jokowi hingga melepas jabatan Gurbenur, dan menyanggupi dirinya dicalonkan sebagai presiden. Dimana beliau tahu pasti banyak orang yang tidak suka dengan putusan tersebut, mungkin Beliau merasa bisa berbuat lebih banyak untuk Negara jika ia menduduki sebagai orang nomor satu di Indonesia.  

Disaat Prabowo resmi menjadi sebagai Calon Presiden, sebagian besar masyarakat Indonesia begitu terkejut dan sangat marah atas kasus yang belom terselesaikan pada tahun 98, dimana semua orang yakin Prabowo adalah yang harus bertanggung jawab, SAYA MEMIILIH DIAM.

KARENA…saya tidak tahu apa yang terjadi sebenernya di balik perestiwa itu. Kata lain, apakah benar Prabowo yang harus bertanggung jawab atau beliau hanya sebagai seorang kambing hitam? “Prabowo Lah yang harus bertanggungjawab atas hilangnya nyawa para mahasiswa”, “Prabowo begitu bodoh diam saja atas tuduhan yang tidak ia lakukan”. Aku tidak tahu harus percaya dengan yang mana atas dua statement yang sangat  berlawanan ini.

Disaat Jokowi terus dicela oleh masyarakat bahwa semua yang dilakukan hanyalah sebuah pencitraan, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA….Saya lihat sendiri apa yang beliau sudah lakukan untuk Kota Jakarta, saya rasa kita tidak perlu membahas lagi apa saja yang telah dilakukan JKW – Ahok atas Ibukota tercinta kita ini.

Disaat Prabowo begitu banyak orang mengatakan adalah seseorang yang emosional dan jauh dari rakyat, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…saya memiliki pandangan sendiri mengenai beliau, terutama disaat mendengar info bahwa beliau menyumbang susu ke desa desa hingga milyaran rupiah tanpa diliput media. Info ini langsung dari orang yang bekerja di perusahaan susu tesebut.

Disaat Jokowi dituduh, sebagian besar dari pengikutnya adalah dari sebuah kelompok agama aliran sesat, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…tentunya ketidaktahuan saya mengenai kebenaran berita, dan kedua menurut saya Agama adalah hal yang sangat sensitive untuk dibicarakan terlebih lagi di social media.

Disaat Prabowo, dibicarakan mengenai keluarganya yang Non Moslem. SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…sekali lagi saya jelaskan, Agama adalah hal yang sangat sensitive untuk dibicarakan, terutama di Social Media. Agama hanya bisa diperdebatkan secara face to face, dengan pikiran yang tenang dan sadar sepenunya.

Disaat Jokowi dituduh sebagai antek antek Amerika yang bermaksud menghancurkan Negara Indonesia, SAYA MEMILIH DIAM.  

KARENA …saya tidak ingin memprovokasi terhadap masyarakat Indonesia bahwa amerika adalah musuh kita. Walaupun saya tidak tahu pasti mengenai kebenaran tuduhan tersebut.

Disaat Prabowo dipojokan oleh penulis asal America Allan Nairn melalui tulisannya, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…saya tidak tahu apakah tulisan tersebut dapat dipercaya, sehingga saya tidak berminat untuk membacanya, sama seperti disaat Jokowi resmi jadi capres tidak henti dapat broadcast message berita negative mengenai beliau tidak ada satu pun yang saya baca. Bagaimanapun, Walau saya tidak merasa America adalah musuh kita. Tetapi kita harus tetap waspada pada Negara mana pun, mengingat Negara kita adalah Negara yang sangat kaya raya, dilimpahi kekayaan alam yang luar biasa, lalu dihuni oleh orang orang pintar dan kreatif. Kemungkinan kekhawatiran Negara Maju untuk dikalahkan oleh Negara kita yang masih berkembang, sangatlah besar.

 

Disaat Jokowi dibicarakan mengenai kepergiannya ke Umroh hanya selama dua hari, banyak yang bingung dan menuduhnya hanya sebuah pencitraan, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA… Hanya Bapak Jokowi dan Tuhan lah yang tahu, apa sebenernya niat dari calon presiden Indonesia tersebut.

Disaat terdengar berita kecurangan pemilu yang terjadi di Hongkong, semua orang begitu cepat menyebarkan berita, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA…balik lagi masalah kebenaran berita, seorang wartawan pun tidak selalu bisa kita percaya begitu saja, bukan blog blog ga jelas saja yang tidak bisa kita percaya mengenai kebenarannya. Dan apakah dibalik itu ada sebuah scenario yang ingin menjatuhkan Prabowo? Saya tidak tahu. Lalu tidak berapa lama, seorang saksi mata, mengeluarkan sebuah info mengenai apa yang sebenernya terjadi disaat itu, tentunya isinya adalah sebuah hal yang positive menjelaskan bahwa itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Yang mana dapat dipercaya ? anda yang menentukan.

Disaat semua orang bangga dengan dukungan para Artis Hollywood pada Jokowi, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA… mereka bukan warga Negara Indonesia, tidak pernah tinggal di Indonesia yang artinya tidak ikut merasakan apa saja yang telah kita rasakan selama berpuluh puluh tahun tinggal di Negara yang terus dibanjiri oleh masalah korupsi, pemberontakan, kesenjangan social yang tidak ada habisnya. Pendapat mereka bukanlah suatu kelebihan buat saya. Maaf sekali jika banyak yang tidak sependapat dengan saya. Bagi saya mereka adalah seorang seniman yang saya kagumi atas karya karya nya. Walaupun mereka telah banyak membaca atau mempelajari tentang Indonesia, tetapi tetap saja mereka tidak merasakan dan mengalami apa yang telah kita alami selama ini.

Disaat membaca blog seseorang, tentang prestasi Prabowo selama ini yang kita tidak ketahui, SAYA MEMILIH DIAM

KARENA…Saya tidak tahu kebeneran info tersebut, siapa penulisnya, apakah bisa dipercaya? Benarkan berita ini buka berasal dari timses Prabowo ?

Disaat Prabowo mempercayai orang orang yang dijuluki sebagai MAFIA sebagai tim suksesnya, SAYA MEMILIH DIAM

KARENA…nggak ngerti TITIK.

Disaat Jokowi dituduh sebagai boneka megawati, SAYA MEMILIH DIAM

KARENA…nggak ngerti TITIK.

Disaat Jokowi dan Prabowo mendapat serangan melalui kampanye hitam, SAYA MEMILIH DIAM.

KARENA… saya tidak tahu apakah yang membuat benar benar ingin menjatuhkan Capres yang dibicarakan (dijelekkan) atau ternyata salah satu strategi timses dari pihak yang dijelekan untuk menaikan rating, dimana semua orang akan lebih membela capres yang terus di dzolimi melalaui media social.

Disaat saya mendengar ada yang mengatakan bahwa "Orang yang tidak waras kalau memilih (Presiden itu)”, SAYA MEMILIH DIAM

KARENA saya akan menjadi orang yang tidak waras telah menanggapi hal seperti itu.

Disaat saya bisa mengagumi keunggulan Capres yang saya tidak pilih di dalam Debat Capres, SAYA BINGUNG kenapa banyak yang tidak mau mengakui keunggulan capres yang bukan merupakan pilihannya.

Buat Prabowo Subianto dan Jokowi Dodo bulan puasa di tahun ini adalah tahun yang berkah, dimana begitu banyak orang yang mencaci maki kedua capres tersebut. Yang artinya, tidak berhenti pula mereka dibanjiri Pahala. Sayang sekali bagi umat moslem yang semestinya berlomba lomba mencari pahala di bulan yang suci ini, namun lebih memilih berlomba lomba melakukan kegiatan yang sangat tidak islami yaitu menyebarkan sebuah informasi yang belom jelas kebenarannya sehingga bisa menjadi sebuah fitnah.

Maafkan saya, jika selama ini SAYA MEMILIH DIAM, karena saya tidak tahu apa apa. Dan saya tidak pernah berkoar koar di medsos mengenai pilihan saya. Walaupun saya yakin dengan pilihan saya, saya tidak tahu apakah beliau disaat menjadi presiden bisa sesuai dengan harapan saya, lebih baik tidak berharap banyak, bukan berarti PESIMIS. Namun saya sangat menghormati bagi teman yang sudah yakin dengan pilihannya secara terbuka di depan umum, selama tidak menyebarkan berita negative atau tidak berlebihan.

Saya memilih diam bukan karena saya tidak perduli.

Tapi apakah SAYA BISA MEMILIH DIAM? Disaat melihat pertemanan atau persaudaraan menjadi hancur karena hal ini? Berpuluh puluh tahun kita menjalin sebuah tali persaudaraan hancur karena pendapat yang berbeda? Inilah alasan kenapa prinsip pemilu yang sudah dilupakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, salah satu nya SAYA.

Masih pada ingatkah apa itu? Saya teringat karena saya membaca salah satu twitter artis Indonesia yang menyatakan karena sering ditanya mengenai pilihannya, disitu dia menjawab bukan kah PEMILU itu adalah LUBER (Langsung Umum Bebas Rahasia). Saya sangat sependapat dengan artis tersebut.

Saya sudah menetapkan siapa pilihan saya, semoga itu yang terbaik. Siapa pun nanti yang terpilih menjadi Presiden RI, adalah sebuah kemenangan bagi Rakyat Indonesia.

 Saya tidak perduli apakah kamu #salamsatujari atau #salamduajari yang penting #salamperdamaian

 

Comments

  1. The best review you've made so far! Brilliant! Diam bukan berarti kita ngga tau, ngga ngerti, apalagi golput. Itu adalah sikap paling bijak biar pahala kita ga terbuang sia2 cuma gara2 demam capres begini. Siapapun presidennya, itu sudah karya Allah. Tugas kita adalah memilih,setelah menganalisa mana yang terbaik diantara keduanya. Bnyk yg lupa kalo pilihan kitapun nantinya akan dipertanggung jwb kan di akhirat, krn itu, hrs ikhtiar maksimal dan berharap pilihan kita tidak akan membawa kita ke neraka. Naudzubillahidzalik.

    ReplyDelete
  2. tenyu honey hihi...semuanya sudah ada yang menentukan Ki? kita hanya bisa melakukan yang terbaik hehe

    ReplyDelete
  3. Mbak mbak mau diem aja bawel banget sih. Diem kok ribut gembar gembor

    ReplyDelete
  4. Good for you Tri! Memilih diam tapi diam-diam juga memikirkan masa depan Indonesia :)

    ReplyDelete

Post a Comment